BONDOWOSO – Sekitar 16 ribu atlet akan turut berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Kabupaten ke IV tahun 2018. Mereka merupakan atlet yang berasal dari 23 kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Bondowoso.

Hazaini Effendi, ketua Panitia Porkab Bondowoso mengatakan seluruh atlet ini akan mengikuti 25 cabang olahraga. Namun dari beberapa cabang olahraga itu tidak dilombakan, melainkan hanya mengikuti atraksi saja.

“Cabang olahraga yang tidak dilombakan yaitu; Paralayang, dan Persatuan Tinju Nasional (Pertina). Sedangkan cabang olahraga yang lain dilombakan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada 2018 ini program KONI ada tiga besar untuk menghadapi Proprov 2019.  Pertama yakni pada bulan Maret hingga Mei 2018 itu Porkab, yang sekaligus di dalamnya melaksanakan seleksi atlet.

Sejauh ini, ada beberapa abor yang sudah dilaksanakan, dan masih berlangsung. Seperti  cabor Futsal dan Pencak silat sudah selesai dilaksanakan pada awal bulan Maret 2018.

Ia  menguraikan  bahwa tujuan akhir daripada Porkab ini bukan hanya sekedar untuk pendidikan jasmani. Melainkan juga, bagian dari pendidikan karakter kepada seluruh atlet.

“Setiap individu atlet di dalamnya diajari tentang jiwa sportifitas, disiplin, kekompakan, pembentukan mental, solidaritas, serta jiwa kebangsaan. Olahraga itu sebenarnya adalah selain Mens sana in corpore sano, tapi juga pendidikan karakter,” tandasnya.

Baca Juga : Bupati Amin Buka Pelaksanaan Porkab 2018

Sementara itu, Bupati Amin Said Husni mengungkapkan bahwa porkab kali ini bukanlah hanya sekedar perlombaan untuk meraih prestasi atau penghargaan saja, melainkan sekaligus untuk mempersiapkan atlet Bondowoso untuk dapat mengambil peran secara signifikan di pekan olahraga provinsi (Porprov) Juli 2019 di Gersik dan Lamongan.

“Saya berharap bahwa posisi Bondowoso di dalam Proprov yang akan datang akan lebih baik dari Porprov yang sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, Porkab yang ke-4 ini harus di jadikan sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi para atlet meraih prestasi di level nasional atau bahkan Internasional. Selain itu, Bupati juga meminta kepada atlet, official, wasit untuk tunjukan jiwa sportif, junjung tinggi aturan yang ada sehingga prestasi yang diraih membanggakan semua pihak.

“Kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak, dalam kegiatan ini khususnya penjurian agar betul-betul bersikap objektivitas dan nilai edukatif. Sehingga tercipta kompetisi yang sehat dan mendidik, karena menjungjung tinggi nilai-nilai sportifitas  dalam menjalankan tugasnya,”

Kepada seluruh atlet yang bertanding dalam perlombaan, kata Bupati, untuk senantiasa meningkatkan kedisiplinan dan berjuang dengan penuh semangat dan menjungjung tinggi nilai sportiofitas dan tanggungjawab dalam pertandingan.

“Prestasi hanya dapat diraih dengan disiplin yang tinggi, latihan yang keras dan kemauan yang sungguh-sunggu guna meraih prestasi terbaik. Tidak ada prestasi yang diraih dengan santai, karena prestasi itu selalu berpihak kepada orang yang mau bekerja keras,” pungkasnya. (och)