Share


BONDOWOSO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso telah menerima berkas perbaikan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang diserahkan perwakilan 16 partai politik peserta Pemilu 2019. Lembaga penyelenggara Pemilu itu menerima berkas perbaikan bacaleg sampai Selasa (31/7) pukul 00.00 WIB.

Saifullah, Komisioner KPU Divisi Teknis, mengungkapkan, sebelumnya KPU telah memberikan kesempatan kepada parpol melakukan perbaikan berkas bacaleg sejak tanggal 22 sampai 31 Juli 2018. Perbaikan dimaksud yakni terhadap berkas calon yang masih BMS (Belum Memenuhi Syarat).

Perbaikan meliputi surat keterangan belum pernah pidana, SKCK, surat pengunduran diri bagi dewan. Namun demikian, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah berkas perbaikan yang diserahkan telah sesuai dengan prosedur PKPU atau tidak.

“Karena yang kita utamakan tadi malam itu hardcopy, terutama hardcopy pencalonan. Form B, B1, B2, BB1 dan BB2. Karena, tadi malam itu sudah sama-sama final baik pencalonan maupun syarat pencalonan,”ungkapnya, Rabu (1/8).

Menurutnya, 31 Juli 2018 kemarin merupakan waktu akhir untuk perbaikan. Sehingga, tidak ada ruang lagi untuk perbaikan berkas-berkas calon, tinggal menentukan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) atau MS (Memenuhi Syarat). Manakala saat penentuaan tersebut ada calon yang dinyatakan TMS maka, jika bacaleg tersebut laki-laki, tidak akan bisa diganti. Namun, jika bacaleg TMS itu perempuan, maka akan diperiksa terlebih dahulu 30 persen keterwakilan perempuannya.

“Kalau mempengaruhi 30 persen perempuan, baru bisa diganti kalau bacaleg MS tapi mengundurkan diri,”imbuhnya.

Selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi terhadap perbaikan berkas bacaleg mulai 1-7 Agustus 2018. Kemudian, penyusunan dan penetapan DCS tanggal 8-12. Namun demikian sbeelum penetapan DCT pihaknya masih akan mengumumkan semua nama-nama DCS untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat.

“Bisa jadi nanti ada pergantian. Ketika nanti DCS diumumkan masayrakat menanggapi, silahkan saja mereka melakukan laporan secara tertulis ke KPU. Kita akan tanggapi itu, kemudian kalau benar laporannya, kemudian kita akan klarifikasi ke Parpol. Kalau bener apa tidak silahkan beri tembusan ke KPU, apakah dia lanjut atau diganti”tutupnya.(och)