Share

 

PROBOLINGGO – Dalam mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan profesional dalam bekerja menjadi sebuah kewajiban mutlak bagi setiap instansi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar “Assessment/Penilaian Potensi & Kompetensi Manajerial,” di ruang Tengger Lantai 4 kantor Bupati Probolinggo, kemarin.

Selain dari golongan Eselon IV, pegawai yang mengikuti kegiatan ini harus memenuhi beberapa kriteria yaitu, memiliki masa kerja minimal 18 tahun ke atas dan berusia maksimal 53 tahun, atau 5 tahun sebelum usia pensiun.

Acara yang dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo SH MHum, yang dalam sambutannya mengatakan kalau tenaga profesional yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah 9 orang yang terdiri dari tim Assessor dan tim administrasi dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.

“Pelaksanaan penilaian akan memakan waktu selama 6 (enam) hari, hal ini dikarenakan seluruh peserta akan dibagi menjadi tiga gelombang, dan masing-masing gelombang akan dilakukan penilaian selama dua hari,” terangnya.

Kegiatan yang baru kali pertama dilaksanakan oleh Pemkab Probolinggo ini, menurut Tjahjo Widodo, pihaknya sangat mengapresiasi terlaksananya kerjasama ini.

“Sudah kewajiban kami dalam mewujudkan ASN yang berintegritas dan profesional dalam bekerja menjadi sebuah kewajiban mutlak bagi setiap instansi pemerintah,” paparnya lagi.

Hal tersebut, kata Tjahjo Widodo ini merupakan bagian dari upaya organisasi menjawab tuntutan masyarakat dalam rangka pelayanan publik yang optimal dan pengembangan ASN.

Pj. Bupati juga berharap melalui kegiatan ini akan didapatkan data hasil penilaian. Data yang nantinya akan sangat berguna bagi organisasi dalam mengelola pegawai-pegawai terbaik, melakukan perencanaan suksesi, serta menyiapkan calon-calon potensial pegawai profesional yang dapat diberikan tanggung jawab dalam jabatan manajerial maupun struktural.

“Data tersebut akan menjadi dasar kita dalam pengembangan sumber daya manusia dan manajemen tata kelola pegawai yang berbasis kompetensi dalam organisasi, dalam rangka mencapai prestasi puncak organisasi,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Santiyono dalam laporannya mengemukakan, pelaksanaan Fit and Proper Test ASN ini akan menitik beratkan kepada beberapa tes intelegensia serta media diskusi grup atau Leaderless Group Discussions (LGD).

“Setiap ASN pada masing-masing gelombang akan menjalani tes psikologi dan tes wawancara. Selain itu, kegiatan ini juga akan diwarnai dengan diskusi-diskusi dengan peserta terbatas hanya tujuh sampai delapan orang. ini untuk mengetahui problem analisa masing-masing ASN,” ungkap Santiyono.

Lebih lanjut Santiyono memaparkan, sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui kesenjangan kompetensi antara standard kompetensi yang sudah ditetapkan dan kompetensi yang dimiliki ASN. Selain itu lanjutnya adalah untuk memetakan seluruh peserta ke dalam empat kuadran kompetensi.

“Kuadran 1 adalah kualifikasi dan kompetensi serta berkinerja baik, kuadran 2 kualifikasi dan kompetensi rendah, tetapi dengan kinerja baik. Lanjut kuadran 3 yaitu kualifikasi dan kinerja baik, tetapi kinerja rendah dan kualifikasi 4 yang menyebutkan kualifikasi, kompetensi serta kinerja rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Keuangan pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Sujarwatiningsih menyampaikan jika salah satu dari sekian banyak ASN yang mengikuti Fit and Proper Test, yang sejak awal begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini. Ia optimis akan masuk dalam kuadran terbaik dalam penilaian ini.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi kami dalam menginterpretasikan diri selaku abdi negara dan bagian dari pada Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” tutup ibu tiga orang anak ini. (afu)