Share

BONDOWOSO – Sebanyak 1.500 pemetik dan petani Kopi Bondowoso yang berada di bawah naungan PTPN XII, Kebun Kalisat Jampit, dan APEKI (Asosiasi Petani Kopi) Bondowoso mendapatkan jaminan perlindungan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) Ketenaga kerjaan.

Penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan diberikan secara simbolis oleh Asisten 1 Pemkab Bondowoso Agung Trihandono, didampingi oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, Dwi Endah Aprilistyani di Home Stay Arabica, Kecamatan Ijen, Jum’at (11/5).

Agung Trihandono, Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pemkab Bondowoso, mengatakan, apresiasinya atas PTPN XII Kalisat Jampit dan APEKI yang memberikan perlindungan dengan mendaftarkan pemetik dan petani kopinya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah semakin kesini, perhatian pemerintah, BUMN, kelompok-kelompok kepentingan nasib para pekerja semakin baik. Dulu, kira-kira lima tahun yang lalu, saya taunya Jamsostek,” ujarnya.

Ia menguraikan dalam pemerintahan Presiden Jokowi, bahwa mengharuskan siapa pun yang dikasih wewenang dan tanggung jawab mengelola pekerja dan karyawan. Sekarang wajib, mengikuti regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yang salah satunya yakni pekerja baik formal dan informal harus terdaftar di  BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga : Bupati Amin Enjoy Berbagi Cerita dengan ‘Tentara Cilik’

“Daripada Anda keluar duit untuk berobat gara-gara digigit ular, kan lebih baik sekarang ikut BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya yang diikuti tepuk tangan penonton.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, Dwi Endah Aprilistyani, mengatakan, didaftarkannya pemetik dan petani kopi ini ke dalam BPJSK menunjukkan ada sinergitas dan kepedulian pemerintah Kabupaten Bondowoso dan PTPN XII terhadap tenaga musiman maupun tenaga harian lepas.

Terlebih lagi, dalam UU Ketenagakerjaan nomer 24 tahun 2011 dan Perbup Bondowoso nomer 33 tahun 2016 telah ditetapkan bahwa setiap pekerja informal dan formal wajib  mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Sebenarnya mau karyawan tetap atau tenaga harian, borongan atau musiman,
apapun itu, berapapun harinya yang bersangkutan bekerja sebenarnya juga mereka memiliki resiko terjadi sesuatu saat melakukan aktivitas kerja,” urainya.

Setiap petani dan pemetik kopi ini mendapatkan dua program jaminan yakni JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), dan JKM (Jaminan Kematian).

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan secara simbolis santunan jaminan kematian (JKM) kepada Ahli waris perangkat desa Sukosari Lor, dan Ahli waris kelompok tani Java Ijen. Selain itu, juga diberikan ratusan doorprize menarik berupa gunting petani, dispenser, kompor gas, sepeda gunung, sepeda keranjang, serta sejumlah door prize lainnya.

Tampak turut hadir yakni Ketua Apeki (Asosiasi Petani Kopi) Bondowoso Yusriadi, Manager PTPN XII Kebun Kalisat Jampit Heri Suciyoko, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bondowoso Sasongko Adji, dan Kepala Dinas PMPTSP Bondowoso, Purno Winardi. (och)