Share

Oleh Tabroni Budi Hartono

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso beberapa tahun yang lalu sempat menjadi perhatian publik karena bertanya-tanya siapa yang akan dipilih. Meski akhirnya terjawab setelah Bupati Amin Said Husni memberikan kepercayaan kepada Drs. H. Hidayat, M.Si. Rupanya, pilihan bupati ini sangat tepat sehingga terus dipercaya hingga akhirnya Hidayat memilih mengundurkan diri karena mau mendampingi Ahmad Dhafir yang maju dalam Pilkada 2018 menjadi Calon Wakil Bupati.

Selama ini, sosok Hidayat memang tidak banyak tampil di media massa maupun di media sosial. Namun, kemampuannya juga tidak perlu diragukan karena keberhasilan Bupati Bondowoso juga tidak lepas dari kerja keras seorang Sekda. Disadari atau tidak, selama ini Hidayat berhasil menjembatani antara pemkab dengan DPRD sehingga pembahasan APBD selalu tepat waktu.

“Sekda adalah sosok yang penting untuk menjembatani kerjasama antara eksekutif dan legislatif. Disadari atau tidak, ini sudah dilakukan oleh Hidayat saat menjabat Sekda sehingga komunikasi antara legislatif dan ekskutif berjalan lancar,” ujar Miftahul Huda, Wakil Ketua Dewan Pendidikan yang juga seorang akedemisi ini.

Menurutnya, Hidayat selama ini mampu menjadi jembatan penyatu semuanya yang memiliki kepentingan di Bondowoso. Jika sekda tidak mampu bekerja sama dengan baik untuk menyatukan persepsi antara eksekutif dan legislatif, maka akan memperlambat kinerja pemerintah dan kemajuan daerah. Faktanya, angka kemiskinan setiap tahunnya terus bisa ditekan dan juga IPM selalu naik dan berada di atas Jember.

”Keberhasilan meraih opini WTP hingga lima kali berturut-turut juga menjadi jawaban nyata kemampuan Hidayat. Dia juga punya prinsip kuat untuk menyatukan persepsi. Karena secara tidak langsung jembatan antara eksekutif dan legislatif, ya Sekda yang sebelumnya dijabat Hidayat,” tambahnya.

Lalu, bagaiman karir Hidayat dalam dunia birokrasi?. Dia memulai karier menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1981. Saat itu, di bertugas di kantor Pembantu Gubernur di Kabupaten Jember. Dia mulai pindah tugas di Kabupaten Bondowoso tahun 1992 dan ditugaskan sebagai staf di Perekonomian selama tiga bulan. Kemudian diangkat sebagai Sekretaris Camat di Kecamatan Tapen pada tahun 1993.

Setahun kemudian, dia diangkat menjadi Camat dan bertugas di Kecamatan Tlogosari. Karena kemampuan dan kerja kerasnya, Hidayat akhirnya dipercaya sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu pada tahun 2002, lalu dipercaya lagi menjadi Kepala Bapemas, juga pernah menjabat sebagai Kepala Inspektorat, dan yang terakhir menjadi Kepala Dinas Sosial sebelum akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris Daerah.

Hidayat mengaku dalam mejalani kariernya, dia selalu berpegang teguh pada prinsip, yaitu loyal kepada atasannya. “Banyak orang pandai, tapi tidak loyal. Loyalitas kepada atasan bagi saya menjadi sangat prinsip. Tapi tetap harus profesional dalam menjalakan tugas dan bertanggungjawab,” ujar Hidayat yang baru mengundurkan diri sebagai Sekda sejak 1 Februari yang lalu.

Namanya disebut-sebut menjadi salah satu bursa untuk mendampingi Ahmad Dhafir yang direkomendasi para kiai juga karena kiprahnya di birokrasi tidak pernah bermasalah. Rekomendasi yang diberikan oleh Kiai NU ini cukup beralasan karena Hidayat memiliki rekam jejak yang bagus dalam Pemerintahan Bondowoso saat masih aktif menjadi Sekda di pemerintahan Bondowoso.

Selama menjabat sebagai Sekda di Pemerintahan Bondowoso nama Hidayat banyak mengadakan kegiatan yang fokus dengan pengembangan daerah Bondowoso, begitu juga dengan Ahmad Dhafir yang memang senang dengan kegiatan kemasyarakatan. Hidayat sendiri juga dikenal sebagai tokoh yang mudah membaur dengan masyarakat, sehingga banyak masyarakat di Bondowoso yang mengenal pribadi Hidayat sebagai orang yang ramah dan santun.

Banyak juga prestasi yang diraih Hidayat saat menjadi Sekda di Kabupaten Bondowoso yang turut andil dalam memberikan nilai tambah. Kedekatan Hidayat dengan para Kiai NU juga menjadi alasan banyak Kiai yang memberikan restu atas keputusan Hidayat maju sebagai calon wakil Bupati Bondowoso 2018. Jangan lupa gunakan hak pilihmu pada pilkada Bondowoso 2018 untuk memenangkan pasangan Ahmad Dhafir dan H. Hidayat agar Bondowoso bisa lebih baik dari sebelumnya.

Pasangan Dhafir-Dayat ini juga dinilai pasangan yang sangat ideal karena merupakan perkawinan antara politisi dan birokrasi yang punya kelebihan serta kemampuan yang tidak dimiliki calon lainnya. Banyak yang berpandangan, untuk membangun dan memajukan Bondowoso secara ideal memerlukan perpaduan antara seorang politisi dan birokrat yang paham birokrasi pemerintahan.

Hal ini agar pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Kalau begitu, tentu harapan masyarakat Bondowoso berada pada pundak pasangan Dhafir-Dayat ini. Bagi masyarakat Bondowoso, tidak ada asalan untuk tidak memilih pasangan ideal Dhafir-Dayat ini. Bersama Dhafir-Dayat, Bondowoso Hebat. (*/roy)