BONDOWOSO – Warga desa Grujugan, Cermee, Bondowoso, bakal segera memiliki jembatan gantung. Pasalnya, proyek pembangunan jembatan gantung hasil kerjasama donatur asal Swiss dan Dinas PUPR Bondowoso segera direalisasi seiring dengan sudah datangnya material bangunan.

“Alhamdulillah, tanpa menunggu terlalu lama setelah dilakukan survey dua bulan lalu, material jembatan gantung kini sudah ada di desa Grujugan. Sekrang sudah tinggal realisasi pembangunan,” ujar Karna Suswandi, kepala dinas PUPR Bondowoso, Jumat (2/6/2017).

Jika bahan-bahan tersebut sudah mencukupi semua, akan langsung diteruskan dengan pembangunan. Ditargetkan, pembangunan selesai sebelum hari raya Idul Fitri. Namun jika ada kendala di lapangan, maka bisa rampung sehabis lebaran.

Menurut Karna, dari sekitar enam jembatan gantung yang diajukan, sejauh ini baru dua yang bisa terealisasi, yaitu jembatan Grujugan dan di Gentong. Sementara sejumlah usulan lain belum bisa terealisasi karena sejumlah kendala. Misalnya akses jalan yang harus diperbaiki terlebih dahulu.

 

Baca Juga : Bangun Jembatan Antar Kabupaten, Ini Tujuan Dinas PUPR Bondowoso

 

Menurut Karna, dinas PUPR selama ini hanya sebatas memfasilitasi saja. Terkait dengan kelaiakan atau prioritas yang akan dibangun, semuanya menjadi kewenangan donatur. “Karena mereka memiliki standar tertentu untuk merealisasikan pembangunan jembatan itu,” ungkapnya.

Terkait jembatan yang di Gentong, kata dia, tinggal menunggu datangnya material. Warga sekitar juga telah menyatakan siap bergotong royong melakukan sejumlah pengeprasan yang dibutuhkan. “Untuk proses pengeprasan sedang kita bicarakan dengan warga di sana. Kita juga siapkan alat berat kalau memang dibutuhkan,” pungkasnya.

 

Baca Juga : Gandeng Donatur Swiss, Dinas PUPR Bondowoso Bangun Jembatan Gantung

 

Karna mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur karena proses pembangunan jembatan bisa segera rerealisasi. Diharapkan keberadaan jembatan bisa memudahkan masyarakat, khususnya untuk meningkatkan perekonomian warga. (esb)