MEMO INDONESIA.COM | BONDOWOSO
Menghadapi musim hujan 2026–2027, Kodim 0822/Bondowoso memperkuat sinergi lintas sektor guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga pohon tumbang.
Komitmen tersebut disampaikan Pasiops Kodim 0822/Bondowoso, Kapten Arh Nanang Wijayanto, saat menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan 2026–2027 di Aula Pusdalops BPBD Kabupaten Bondowoso, Jalan Mastrip, Jum’at (6/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Bondowoso tersebut dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD, Kristianto Putro Prasojo, S.T., M.M., serta diikuti sekitar 15 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, PMI, PLN, relawan dan sejumlah elemen lainnya.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah langkah strategis menghadapi musim penghujan, di antaranya pemetaan wilayah rawan bencana, peningkatan pemantauan cuaca dan peringatan dini, edukasi masyarakat, pembersihan saluran air, normalisasi sungai hingga kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.
Dalam kesempatan itu, Kapten Arh Nanang Wijayanto menegaskan pentingnya menentukan skala prioritas penanganan berdasarkan potensi ancaman dan tingkat kerawanan wilayah.
Menurutnya, ancaman banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan pohon tumbang perlu diantisipasi secara serius melalui langkah terencana agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kami ingin mengetahui wilayah mana saja yang paling rentan terhadap potensi bencana, sehingga langkah antisipasi dapat dipersiapkan lebih awal, baik bagi masyarakat maupun petugas di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, Pasiops Kodim 0822/Bondowoso juga menyoroti pentingnya pendataan dan inventarisasi peralatan penanggulangan bencana. Dengan administrasi yang tertata, setiap instansi dapat mengetahui ketersediaan serta lokasi perlengkapan yang dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat.
Ia juga menyatakan kesiapan jajaran Kodim 0822/Bondowoso untuk berkolaborasi dalam kegiatan mitigasi, termasuk pemangkasan pohon rawan tumbang dan pembersihan aliran sungai sebagai upaya mengurangi risiko bencana.
“Kami siap berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait dalam kegiatan antisipasi, seperti pemotongan pohon rawan tumbang dan pembersihan aliran sungai. Harapannya, melalui koordinasi yang baik, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Bondowoso memaparkan pentingnya mitigasi berbasis wilayah dengan membagi tingkat prioritas penanganan sesuai karakteristik dan potensi ancaman di masing-masing kecamatan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesiapsiagaan terpadu antara TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat mitigasi, mempercepat respons apabila terjadi bencana, serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan selama musim hujan 2026–2027.
Kesiapsiagaan bukan sekadar respons saat bencana terjadi, tetapi langkah nyata untuk melindungi keselamatan masyarakat sejak dini.
(Pendim 822/Yetno)









