Beranda / Daerah / Kemilau Madura Pesona Budaya Pamekasan, Ribuan Warga Nikmati 6.000 Porsi Makan Gratis di Monumen Arek Lancor

Kemilau Madura Pesona Budaya Pamekasan, Ribuan Warga Nikmati 6.000 Porsi Makan Gratis di Monumen Arek Lancor

MEMO INDONESIA.COM | PAMEKASAN

Suasana malam di Kabupaten Pamekasan tampak begitu meriah dan penuh kehangatan dalam gelaran Kemilau Madura Pesona Budaya Pamekasan yang berlangsung di kawasan Monumen Arek Lancor. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum istimewa dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni, budaya, dan tradisi khas Madura kepada masyarakat luas.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Sekretaris Daerah (Sekda), serta Owner BIP, Ali Zainal Abidin, tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ribuan warga tampak memadati kawasan Monumen Arek Lancor untuk menyaksikan kemeriahan acara yang dikemas dengan nuansa budaya dan kebersamaan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah penyediaan 6.000 porsi makanan gratis bagi pengunjung. Sajian tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian dan berbagi kepada sesama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta semangat saling menghargai di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kemeriahan semakin terasa dengan suguhan pertunjukan musik tradisional Ul-Daul, kesenian khas Madura yang memiliki daya tarik tersendiri. Tabuhan alat musik tradisional yang menggema di kawasan Arek Lancor menciptakan suasana meriah sekaligus membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.

Kehadiran Bupati bersama Sekda dan Owner BIP Ali Zainal Abidin menjadi gambaran pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kegiatan positif yang mengangkat identitas serta potensi daerah.

Melalui kegiatan Kemilau Madura Pesona Budaya Pamekasan, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga diajak untuk semakin mencintai dan menjaga kekayaan budaya Madura agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang.

Monumen Arek Lancor malam itu menjadi saksi bagaimana budaya, kepedulian sosial, dan kebersamaan dapat menyatu dalam satu momentum yang penuh makna.

Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga Pamekasan semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi, menjunjung tinggi nilai budaya, serta memiliki semangat kebersamaan yang kuat.

Kemilau Madura bukan sekadar perayaan, melainkan cerminan jati diri masyarakat Madura. Dari budaya kita dikenal, dari kebersamaan kita semakin kuat, dan dari kepedulian kita membangun Pamekasan yang lebih bermartabat.

( Mul Srepet )

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *