MEMO INDONESIA.COM | BONDOWOSO – Semangat kebangsaan dan nilai-nilai religius menggema di Alun-Alun Raden Bagus Asra, Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026), saat ratusan peserta mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meneguhkan cinta tanah air, serta mendorong peran santri dalam membangun masa depan bangsa.
Apel yang berlangsung mulai pukul 07.50 hingga 08.45 WIB tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah, organisasi keagamaan, pelajar, serta santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I., bertindak sebagai pembina apel sekaligus penanggung jawab kegiatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.I.P., Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.I.K., Kasdim 0822/Bondowoso Mayor Inf Teguh Heru Wignyono, serta jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, dan para pengasuh pondok pesantren.
Kehadiran personel Kodim 0822/Bondowoso bersama unsur TNI-Polri dan berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga persatuan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Sekda Bondowoso: Santri Harus Siap Menghadapi Tantangan Zaman
Dalam amanatnya, Sekda Bondowoso Dr. Fathur Rozi menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Nilai keikhlasan, kedisiplinan, kesederhanaan, kemandirian, dan kecintaan terhadap tanah air harus terus dijaga serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki wawasan kebangsaan, serta berakhlak mulia.
“Santri harus mampu menjadi pelopor perubahan, penggerak pembangunan, penjaga moral bangsa, serta perekat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian pesan yang ditekankan dalam amanat pembina apel.
Para santri juga diajak menggunakan teknologi secara bijak, menghindari berita bohong, ujaran kebencian, dan perundungan, serta menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Resolusi Jihad dan Ikrar Santri Teguhkan Semangat Cinta Tanah Air
Suasana khidmat terasa ketika pembacaan Resolusi Jihad disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I., dilanjutkan pembacaan Ikrar Santri oleh Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, S.I.P.
Rangkaian kegiatan tersebut mengingatkan kembali bahwa perjuangan para ulama dan santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Semangat perjuangan itu perlu diteruskan melalui pengabdian, pendidikan, kedisiplinan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Apel juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, doa bersama, serta lantunan Mars Yalal Wathon dan Mars Hari Santri yang semakin memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta.
Kodim 0822/Bondowoso Dukung Penguatan Persatuan dan Generasi Bangsa
Partisipasi Kodim 0822/Bondowoso dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.
Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, ulama, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendorong pembangunan daerah.
(PENDIM 0822/YETNO)









