MEMO.INDONESIA.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas (Ratas) yang dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta pimpinan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin, 19 Oktober 2026.
Ratas ini membahas perkembangan situasi perekonomian jelang akhir tahun sekaligus capaian dua tahun masa pemerintahan. Beberapa poin utama yang disampaikan dalam keterangan pers usai pertemuan:
1. Kondisi makroekonomi Indonesia hingga saat ini relatif stabil dan tangguh (resilient) di tengah volatilitas serta ketidakpastian ekonomi global.
2. Pemerintah berkomitmen meningkatkan ekspor dari seluruh sektor, termasuk manufaktur, serta mengatasi berbagai hambatan guna memacu pertumbuhan ekonomi.
3. Pelaksanaan APBN di sisa tahun 2026 akan difokuskan pada penelahan dan efisiensi anggaran, dengan alokasi belanja kuartal IV mencapai sekitar Rp1.300 triliun (lebih tinggi dari Q4 2025 sebesar Rp1.200 triliun).
4. Alokasi anggaran belanja dipastikan tetap mengalir untuk menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat, program perlindungan sosial, bantuan pangan, serta peningkatan kualitas layanan publik.
5. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan OJK terus memperkuat kolaborasi untuk memastikan stabilitas sektor keuangan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui sinergi antarlembaga dan penguatan fondasi makroekonomi, pemerintah optimistis menjaga ketahanan ekonomi nasional serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
(Red)









