Beranda / Daerah / Owner CV Jawara Internasional Djaya Ungkap Kunci 537 Buruh Bisa Dapat BLT DBHCHT: Taat Cukai, Pajak, dan BPJS

Owner CV Jawara Internasional Djaya Ungkap Kunci 537 Buruh Bisa Dapat BLT DBHCHT: Taat Cukai, Pajak, dan BPJS

Memo Indonesia.my.id | Pamekasan – Sebanyak 537 buruh CV Jawara Internasional Djaya menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 yang dipusatkan di Gudang 3 CV Jawara, Rabu (24/9/2026).

Owner CV Jawara Internasional Djaya, Marsuto Alfianto menjelaskan, BLT yang diterima buruh hari ini adalah hak buruh yang dananya bersumber dari ketaatan perusahaan terhadap kewajiban negara.

“Yang didapat oleh para buruh pabrik hari ini itu adalah BLT DBHCHT. DBHCHT itu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Dana ini ada karena perusahaan sudah bayar cukai, bayar pajak, bayar PPN HT, bayar BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” jelas Alfian.

Menurutnya, tidak semua buruh pabrik rokok bisa mendapatkan BLT tersebut. Banyak perusahaan yang sudah menebus pita cukai namun tidak membayarkan BPJS Ketenagakerjaan pekerjanya, sehingga buruhnya tidak terdaftar sebagai penerima.

“Banyak yang bekerja di perusahaan rokok tapi BPJS Ketenagakerjaannya tidak dibayarkan sehingga tidak dapat BLT. Banyak juga yang sudah nebus pita cukai tapi tidak bayar BPJS, BLT-nya juga tidak dapat,” tegasnya.

Alfian merincikan, setiap buruh sesuai ketentuan pemerintah mendapatkan total Rp1.200.000. Untuk Kabupaten Pamekasan penyalurannya dibagi dua tahap.

“Setiap buruh dapat Rp1.200.000. Untuk Pamekasan dibagi dua. Hari ini dapat Rp600 ribu. Nanti bulan 11 atau 12 bisa dapat lagi Rp600 ribu. Seharusnya bulan 2 atau 3, tapi karena APBD baru diketok, baru cair bulan 9 ini,” ungkapnya.

Terkait kriteria, Alfian menegaskan tidak ada syarat rumit.

“Tidak ada kriteria tertentu. Yang penting dalam satu tahun tidak pernah putus bekerja, didaftarkan oleh kita, dan kita mampu bayar BPJS Ketenagakerjaannya. Yang penting kerja di CV Jawara,” katanya.

Alfian mengungkapkan total buruh CV Jawara saat ini lebih dari 700 orang. Yang masuk daftar penerima BLT tahun ini sebanyak 537 orang, karena merupakan data pekerja tahun 2025 yang disalurkan di tahun 2026.

“Total buruh lebih dari 700. Cuma yang baru 3 bulan kerja tidak bisa didaftarkan. Ini DBHCHT tahun 2025 yang diberikan tahun 2026. Jadi yang daftar Januari sampai sekarang tidak dapat karena belum setahun penuh sebagai pekerja,” jelasnya.

Pertumbuhan tenaga kerja CV Jawara terbilang fantastis sejak awal berdiri.

“Sejak berdiri, Jawara meningkat 350 persen. Dari awalnya 177 orang, sekarang 537 yang dapat BLT, totalnya sudah 700 lebih. Harapan saya BLT ini tidak hanya terpaku di angka 537, tapi bisa terus bertambah,” harapnya.

Selain BLT DBHCHT, CV Jawara juga memiliki program sosial lain yakni memberangkatkan umrah gratis bagi penghafal Al-Qur’an (Tahfidzul Qur’an), tokoh masyarakat dan kiai.

“Awalnya kita memberangkatkan umrah gratis untuk buruh, sekarang prioritasnya untuk tahfidzul Qur’an dan tokoh masyarakat serta kiai yang kita berangkatkan gratis,” ujarnya.

Ditengah banyaknya pengusaha rokok kecil di Pamekasan yang tumbang, CV Jawara justru terus ekspansi. Alfian menyebut kuncinya adalah kolaborasi.

“Rahasianya kolaborasi antara pekerja dan pengusaha berjalan dengan baik. Dan kita banyak berdoa mudah-mudahan tidak kolaps. Saya yakin pengusaha lain juga bisa berkembang,” pungkasnya.

(Mul)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *